Rabu, 25 Juli 2012

Valkirya-MECHA 1


MECHA 1

Kampung Halamanku

                Hai, namaku adalah Satotz Renegade. Ini adalah kampung halamanku, tremor village. Ibuku, Maria Peelwitch adalah seorang ahli medis terkenal se-antero kerajan high villiance. Kami tinggal bertiga dengan adik angkatku, Rei Peelwitch. Layaknya kakak adik laki-laki, kami sangat sering bertengkar. Bahkan saat itu pernah kami hampir membakar seluruh desa, hanya karena biskuit kesukaannya kumakan. Ayahku?kalian bertanya tentang ayahku? Sayang sekali, ia sudah lama meninggalkan desa ini. Cerita ini dimulai 15 tahun yang lalu.

                Pada hari itu 12 mai 1265, Hari kelahiranku. Ada sebuah legenda yang mengatakan bahwa hari ini adalah lahirnya 6 orang pahlawan legendaris yang akan diberkahi kekuatan oleh roh mecha terkuat, zelioda. Kakek meramalkan bahwa keenam orang inilah yang akan mengalahkan Zega Erkimnos sebagai penguasa High Villiance yang amat zalim dan kejam. Ia tidak segan-segan membunuh orang hanya karena tidak bersorak bahagia ketika ia lewat. Kekuatan yang akan diterima keenam orang ini akan muncul ketika berumur 16 tahun, dan mewakili satu dari keenam unsur kekuatan alam yaitu api, air, angin, kegelapan, cahaya dan tanah.

 Zega Erkimnos yang mendengar akan hal ini langsung saja bergerak cepat dengan cara mengirimkan pasukan elite-nya yang bernama maxcore yang menggunakan kekuatan roh mecha untuk membunuh setiap ibu-ibu hamil dan anak yang baru lahir pada saat itu. Ayah yang seorang anggota maxcore berhasil menyembunyikan keberadaan ibu dan aku yang baru lahir di desa ini. Kata ibu, ayah sempat menemaninya selama 2 minggu kemudian menghilang. Entah ayah pergi mengembara atau bagaimana, yang jelas ia telah pergi meniggalkan keluarga kami.

Dua hari yang lalu dua orang prajurit kerajaan datang ke desa kami dengan cara terbang menggunakan Dym, sebuah  roh flying mecha. Mereka mengantarkan sebuah surat sayembar ke desa kami.
Di situ tertulis bahwa :

Dengan hormat, kami dari kerajaan High Villiance yang diperintah oleh Raja Zega Erkimnos yang agung ingin mengadakan sebuah sayembara tournament yang akan diadakan di aula Gladiator kerajaan. Tidak ada batasan umur dan jenis kelamin untuk mengikuti tournament ini.
Terima Kasih

Raja Kalian yang Agung, King Zega”

                Kubaca surat itu dengan seksama.
                “ tournament-nya akan dimulai sebulan lagi. Sebaiknya cepat beritahu suami dan anggota desamu agar bersiap-siap.”kata seorang petugas yang berbaju perang dan berkulit hitam. Melihatnya saja aku sudah ngeri. Akan tetapi kalau mendengar suaranya yang sangat merdu, aku yakin orang ini adalah orang baik.
                “Baiklah, aku dan anak-anakku akan mengumumkannya kepada seluruh penghuni desa…” jawab ibuku.
                “oh iya, jikalau aku boleh tahu kemana suamimu? Sejak tadi aku tidak melihatnya di rumah ini?”sahut seorang penjaga yang berkulit putih. Ibuku menunduk mendengar pertanyaan ini. Wajahnya yang cantik dan berambut hitam yang lurus mulai terlihat sedih. Aku coba menjawab pertanyaannya.
                “Ayahku pergi berkelana tuan, tidak tahu kemana.” Jawabku mencoba menolong ibuku.
                “oh, jadi dia pergi? Kau hanya bersama dua anak kecil ini di rumah ini? Kebetulan sekali, kau bisa menjadi istri ketiga ku.”sahutnya sinis. Aku mulai geram dengan perkataannya itu. Sementara itu ibuku hanya bisa diam, mungkin sedih karena teringat akan ayahku.
                “ aku tidak akan pernah menghianati suamiku..!”jawab ibuku lantang. ‘PLAKK..!!’ terdengar suara tamparan yang keras saat aku membalikkan tubuhku. Kulihat orang berkulit putih tadi tangannya seperti selesai menampar. Orang yang berkulit hitam tersungkur di lantai bersama ibuku.
                “HEEAAAAAAA……!!!!!!” aku berteriak dengan keras. Tiba-tiba pandanganku mulai menjadi hitam

óóóóóóóóóóóóóóóóóóóóóóóóóó
óóóóóóóóóóóóóóóóóóóóóóóóóó
óóóóóóóóóóóóóóóóóóóóóóóóóó
                Aku terbangun. Entah baru sadar dari pingsan atau bagaimana, kurasakan seluruh tubuhku seperti terbakar api yang sangat panas. Mataku masih berkunang-kunang ketika melihat ke sekeliling rumahku. Ada bekas gosong di ruang tamu. Aku hendak bertanya tapi tidak ada siapapun di sekelilingku hingga sampai-
                “kamu sudah bangun, satotz?sudah dua hari kamu pingsan” terdengar suara lembut menyapaku dengan kasih sayang. Ibu, ia menuju ke samping tempat tidurku dengan dahinya di-plester. Aku berusaha bangun dan duduk, Kupandangi ibu sebentar lalu teralih ke arah ruang tamu karena terdengar suara berisik disana. Seperti orang yang sedang mengobrol.
                “ibu, boleh aku meminta tolong?”tanyaku
                “apa itu?”
                “tolong..bopong aku ke ruang tamu, bu…aku ingin melihat siapa yang sedang berbicara.”pintaku
                Ibuku pun tersenyum dan segera membopongku ke arah ruang tamu. Meskipun jalannya pun tertatih, ia tidak mengeluh membawaku ke sana.

                Di ruang tamu, kulihat kakek sedang berbicara dengan seorang lelaki yang berkulit hitam dan berpakaian zirah maxcore. Samar-samar kuingat wajahnya. Iya betul, dia adalah orang yang dua hari lalu datang ke sini dengan…dengan…mana seorang lagi yang berkulit putih? Aku coba menyisir sekeliling, Namun masih belum kutemukan. Kuberanikan diriku untuk bertanya kepada orang tersebut.
                “permisi tuan…em…”
                “baltimore…panggil saja baltimore nak.”
                “um… tuan baltimore, aku ingin bertanya. Bukankah kau datang kemari dengan seorang temanmu?” tanyaku memberanikan diri
                “oh…ia sudah tiada nak…kau sendiri yang mefilternya. Dengan kekuatan mecha Fairus milikkmu.” Jawabnya santai.
                “Apa? Aku? Aku punya kekuatan mengendalikan roh?” kagetku.
                “itu benar cucuku…” kata kakekku
                “Tapi…tapi…bahkan aku belum pernah masuk dojo sekalipun…”
                “kekuatan untuk mengendalikan roh mecha bukanlah berdasarkan dari berapa lama orang tersebut ikut latihan di dojo ataupun berlatih dengan roh mecha itu sendiri…akan tetapi dengan cara meyakini dengan hati dan bersungguh-sungguh, itu saja akan cukup…kau bisa jadi pengendali mecha yang hebat…” jelas kakekku.
                Yah…aku sendiri sedikit heran, kenapa kakek tampaknya sangat bangga ketika baltimore menyebutkan nama roh mecha fairus? Apa roh ini cukup kuat?
                “apa roh fairus ini cukup kuat kek?”tanyaku
                “apakah kamu tahu?bahwa ada legenda di negri ini bahwa akan ada 6 pahlawan yang akan mengalakan raja Zega Erkimnos yang zalim itu?legenda itu menyebutkan salah satunya adalah fairus…” jelas baltimore. Aku masih merasa ada perasaan yang mengganjal.
                “kau lihat ruangan ini?ini akibat dari perubahan setengah bagian tanganmu…akupun harus mengerahkan kekuatan penuh dari roh mecha octopust milikku untuk menahan laju apinya…tapi sayang…fidelli yang bodoh itu malah langsung menuju ke arahmu dengan roh owl miliknya…dan…dia tewas terbakar ditanganmu…”jelasnya kembali panjang lebar. Aku masih mendengarkan dengan tatapan kosong.
                “aku me-filter seseorang?berarti aku pembunuh?apakah aku pembunuh?katakan padaku…!!”kataku sembari memegang bahunya.
                “satotz…”kakek memanggilku.”yang kau lakukan bukanlah membunuhnya…tetapi me-filternya…sehingga ia akan terlahir kembali di tempat lain, nama yang lain, dan kepribadian yang lain pula…kau tidak pernah membunuhnya dan tidak pernah pula menjadi pembunuh…”
                Kulepas peganganku dari bahu baltimore dan tersungkur di lantai.aku merasa sedikit lega karena setidaknya aku bukanlah pembunuh seperti yang kukira…
                “aku ingin kau ikut denganku sebentar satotz…ke halaman belakang rumah…dan kau juga baltimore.”kata kakekku.
                “tapi ayah…dia kan belum sembuh total?”sahut ibuku yang baru saja kembali dari dapur
                “tenang…kekuatan fairus adalah api suci abadi yang dapat membakar apapun, menyembuhkan apapun, dapat bertahan dari serangan apapun dan merupakan kekuatan roh mecha yang paling sempurna.”kata baltimore.
                “yah… baiklah…”kata ibuku pasrah mengantarkan kami hingga depan pintu rumah. Aku bertanya-tanya di dalam hatiku, apa sebenarnya latihan yang akan diberikan kakek?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar